Rupiah Melemah Terkena Efek Suku Bunga The Fed dan Data Ekonomi AS

waktu baca 2 menit
Kamis, 4 Sep 2025 02:17 27 redaksi

JAKARTA – Nilai tukar rupiah kembali melemah terhadap dolar AS. Menurut Analis Bank Woori Saudara, Rully Nova, pelemahan ini dipengaruhi oleh prospek penurunan suku bunga oleh bank sentral Amerika Serikat, The Federal Reserve (The Fed).

“Rupiah pada perdagangan hari ini diperkirakan melemah, dipengaruhi oleh faktor global kenaikan indeks dolar yang signifikan, sehubungan dengan prospek penurunan suku bunga The Fed,” ujar Rully kepada ANTARA di Jakarta, Rabu (3/9).

Pada penutupan perdagangan Rabu sore, nilai tukar rupiah melemah 2 poin atau 0,01 persen, menjadi Rp16.416 per dolar AS, dari posisi sebelumnya di Rp16.414. Pelemahan ini sejalan dengan data kurs Jakarta Interbank Spot Dollar Rate (JISDOR) Bank Indonesia yang juga melemah ke level Rp16.424 per dolar AS.

Dampak Data Ekonomi AS

Prospek penurunan suku bunga The Fed pada September 2025 diperkirakan sebesar 25 basis points (bps) dengan tingkat keyakinan 92 persen, berdasarkan data dari CME FedWatch. Keputusan ini akan sangat dipengaruhi oleh rilis data ekonomi AS, seperti Purchasing Managers’ Index (PMI) Jasa yang akan diumumkan pada Kamis (4/9), serta data Non-Farm Payrolls (NFP) pada Jumat (5/9).

Data NFP menjadi perhatian utama karena mencerminkan kondisi pasar tenaga kerja AS. Berdasarkan laporan Job Openings and Labor Turnover Survey (JOLTS), angka pembukaan lowongan pekerjaan (job openings) diperkirakan naik menjadi 7,51 juta pada Agustus 2025, dibandingkan 7,44 juta pada bulan sebelumnya. Data yang kuat ini dapat mempengaruhi keputusan The Fed.

Dari sisi domestik, Rully Nova menyebutkan bahwa meredanya aksi demonstrasi telah meningkatkan kepercayaan pelaku pasar. Hal ini tercermin dari peningkatan pada obligasi negara dan indeks saham, yang memberikan sentimen positif di tengah tekanan eksternal.(ant)

Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

LAINNYA