Israel Mobilisasi 60.000 Tentara Cadangan, Siapkan Rencana Pendudukan Kota Gaza

waktu baca 2 menit
Rabu, 3 Sep 2025 07:29 29 redaksi

GAZA – Israel mulai memobilisasi 60.000 tentara cadangan untuk melaksanakan rencana menduduki kembali Kota Gaza. Tindakan ini dikonfirmasi oleh pihak militer pada Selasa (2/9/2025), mengisyaratkan eskalasi besar-besaran dalam perang genosida yang telah memasuki bulan ke-23.

Menurut lembaga penyiaran publik Israel, KAN, pengerahan pasukan cadangan ini merupakan bagian dari rencana pendudukan kembali secara bertahap yang disetujui oleh pemerintahan Perdana Menteri Benjamin Netanyahu pada 8 Agustus. Rencana tersebut mencakup strategi pemindahan paksa penduduk Palestina ke selatan, pengepungan wilayah Jalur Gaza, dan penyerangan ke wilayah permukiman.

“Kami telah memulai manuver Gaza,” kata Kepala Staf Eyal Zamir di pangkalan Nachshonim. Ia menambahkan, operasi Israel di Jalur Gaza akan diintensifkan dan diperluas.

Militer Israel menjelaskan bahwa para tentara akan dilengkapi dengan senjata dan peralatan taktis lengkap. Unit-unit tersebut menjalani latihan dalam pertempuran di perkotaan dan medan terbuka untuk meningkatkan kesiapan dalam misi mendatang. Harian Israel Maariv melaporkan bahwa mobilisasi ini mencakup latihan selama tiga hingga empat hari sebelum penugasan kembali.

Mobilisasi ini menyusul deklarasi Israel pada Jumat lalu yang menjadikan Kota Gaza sebagai “zona perang berbahaya.” Pernyataan itu diikuti dengan pemboman besar-besaran yang menyebabkan banyak korban sipil dan kerusakan infrastruktur yang meluas.

Sementara itu, Kantor Media Pemerintah Gaza menuduh tentara Israel mengerahkan robot-robot bermuatan bahan peledak dan menerapkan strategi “bumi hanguskan.”

Sejak Oktober 2023, Israel telah menewaskan lebih dari 63.600 warga Palestina di Gaza. Serangan militer ini telah menghancurkan wilayah tersebut, yang kini menghadapi bencana kelaparan. Pada November lalu, Mahkamah Pidana Internasional (ICC) mengeluarkan surat perintah penangkapan terhadap Benjamin Netanyahu dan mantan kepala pertahanan Yoav Gallant atas tuduhan kejahatan perang. Israel juga menghadapi kasus genosida di Mahkamah Internasional terkait perangnya di Jalur Gaza.(adl)

Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

LAINNYA