Harga Beras Naik, Mendagri Tito Karnavian Perintahkan Percepatan Penyaluran Beras SPHP di 214 Daerah

waktu baca 1 menit
Kamis, 4 Sep 2025 03:21 30 redaksi

JAKARTA – Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Tito Karnavian menegaskan pemerintah akan mempercepat penyaluran beras Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan (SPHP) ke 214 kabupaten/kota. Langkah ini diambil karena harga beras di daerah-daerah tersebut melampaui Harga Eceran Tertinggi (HET). Kebijakan ini bertujuan untuk menekan kenaikan harga sekaligus menjaga stabilitas pasokan beras di masyarakat.

Tito Karnavian menilai, percepatan distribusi beras SPHP dan bantuan pangan beras 10 kg menjadi instrumen utama pemerintah dalam mengendalikan harga beras. Menurutnya, kebijakan ini telah mulai menunjukkan hasil positif dalam menjaga ketersediaan beras dan menahan laju inflasi.

Pengamat pertanian, Bustanul Arifin, berpendapat pemerintah harus menyalurkan beras dalam jumlah signifikan agar dapat efektif menekan harga. Ia menyebut, rata-rata penyaluran SPHP harus di atas 500.000 ton per bulan untuk seluruh Indonesia.

Senada dengan Bustanul, Dosen Fakultas Pertanian Universitas Trunojoyo Madura, Askur Rahman, menilai percepatan penyaluran beras SPHP dan bantuan beras 10 kg merupakan langkah mendesak. Menurutnya, beras sebagai komoditas pangan pokok memiliki pengaruh besar terhadap inflasi, daya beli, hingga stabilitas sosial-politik. “Negara berkepentingan menjaga harga beras tetap stabil dan terjangkau,” ujarnya.

Namun, Askur mengingatkan bahwa kebijakan ini hanya efektif dalam jangka pendek karena sifatnya menambah suplai. Untuk jangka panjang, stabilitas harga beras tetap bergantung pada produktivitas pertanian nasional, kelancaran distribusi, dan efisiensi rantai pasok.*

Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

LAINNYA