Gubernur Jabar Dedi Mulyadi Diancam Dibunuh Saat Siaran Langsung, Pemprov dan Aparat Bergerak

waktu baca 2 menit
Rabu, 23 Apr 2025 07:02 335 redaksi

BANDUNG — Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi mendapatkan ancaman pembunuhan secara terbuka saat melakukan siaran langsung di kanal YouTube pribadinya, Senin (21/4/2025). Ancaman tersebut muncul dari akun warganet bernama ‘Wowo dan Dedi Mulyadi orang sesat’ yang menuliskan pesan-pesan bernada terorisme di kolom live chat.

Isi ancaman tersebut tergolong serius. Pelaku menyebutkan rencana aksi teror, termasuk menyakiti Dedi Mulyadi dan keluarganya, serta merakit bom paku untuk melakukan pengeboman. Ancaman dituliskan secara berulang kali selama siaran berlangsung.

“Tunggu saja nanti dua bulan lagi saya bener-bener gak main-main. Saya akan melakukan aksi teror ke pada anda dan sekarang saya lagi melakukan proses membuat bom rakitan yang saya isi dengan paku,” tulis akun tersebut.

Sekretaris Daerah Provinsi Jawa Barat, Herman Suryatman, membenarkan adanya ancaman tersebut. Ia menegaskan bahwa negara akan bertindak sesuai hukum dan menyerahkan sepenuhnya penanganan kepada aparat penegak hukum.

“Kita negara hukum, bukan negara kekuasaan. Kita restart ya, kembalikan semua ke hukum yang berlaku. Saya kira aparat penegak hukum akan bergerak,” ujar Herman di Gedung Sate, Rabu (23/4/2025).

Herman juga memastikan bahwa Pemprov Jabar akan melakukan konsolidasi internal guna memastikan keselamatan dan kelancaran aktivitas gubernur. “Niat kita adalah untuk mencerahkan dan membahagiakan masyarakat. Ini semua dilakukan melalui kebijakan-kebijakan yang aktual,” tambahnya.

Ia menyadari bahwa dalam kebijakan publik akan selalu ada pro dan kontra, namun yang terpenting adalah antisipasi terhadap segala bentuk gangguan, baik daring maupun luring.

“Yang paling penting kita harus mitigasi. Kami juga harus memastikan keamanan Pak Gubernur, kapanpun dan dimanapun beliau bertugas,” tegasnya.

Pemprov Jabar juga akan mengerahkan tim siber milik mereka untuk menelusuri jejak digital pelaku dan akan berkoordinasi dengan aparat penegak hukum (APH) guna menindaklanjuti kasus ini secara hukum.

“Nanti kami akan koordinasi dengan APH dan tim cyber kami untuk memastikan bahwa semua ancaman, hambatan, tantangan, baik online maupun offline, bisa kita antisipasi dan mitigasi,” tutupnya.(bs)

Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

LAINNYA